Usai Jemput Korban, Bupati Nikson Nababan Harap Tak Ada Pengeroyokan Di Taput

Nikson Nababan Harap Tak Ada Pengeroyokan Di Taput – Nasib malang menghampiri kedua kakak beradik di Tapanuli Utara, yaitu Marzuki Sinambela dan Abdin Sinambela. Warga Tukkol Ni Huta Desa Lobu Singkam ini harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Tarutung lantaran mengalami luka di beberapa bagian. Marzuki mengalami luka parah pada bagian wajah sehingga harus dijahit, dan tangannya terkilir. Sedangkan kakaknya Abdin, menderita luka di tangan kanan serta benjolan yang besar di kepala bagian belakang. Mereka mendapatkan luka tersebut akibat mengalami pengeroyokan dari sejumlah orang yang tidak mereka kenal. Hal ini lantas membuat Nikson Nababan langsung terjun melihat keadaan kedua pemuda tersebut.

Menurut penjelasan Abdin, awal mula terjadi ketika mereka berdua bersama dengan warga lainnya tengah pergi melayat ke Lumban Sipahutar yang letaknya masih di sekitar wilayah Desa mereka. Kemudian secara terpisah, adiknya Abdin izin pulang terlebih dahulu ke rumahnya karena ada urusan. Marzuki pun pergi meninggalkan tempat tersebut dengan berjalan kaki. Adiknya tidak tahu bahwa ternyata dia sudah menjadi intaian beberapa orang yang tidak dikenal sebelumnya. Tanpa motif yang jelas beberapa orang yang sudah diketahui identitasnya yaitu DS, ES, RS dan H, langsung menganiaya Marzuki hingga terkapar tak berdaya di tanah.

Kakaknya yang juga hendak menyusul adiknya pulang menuju rumah kaget setlah melihat Marzuki terjatuh di atas tanah, sontak Abdin berusaha untuk menolongnya, namun tidak sempat karena mereka juga ingin menyelakainya. “saya hendak menolong namun sudah diteriaki. Jadi saya juga dikeroyok, untungnya saya bisa melarikan diri” tambahnya. Abdin pun hanya bisa pasrah melihat adiknya dianiaya dan menunggu agar kondisi lebih kondusif. Setelah dirasa aman, dia segera menghubungi tetangga rumahnya untuk menolong sang adik yang sudah tak berdaya. Dengan bantuan warga, mereka pun dibopong ke Rumah Sakit Umum Daerah Taruntung untuk menjalani perawatan.

Peristiwa Pengeroyokan Dalam Proses Penyidikan Hukum

Sesaat setelah melakukan visum, kakak beradik dan sejumlah warga mendatangi kantor polisi setempat untuk membuat laporan atas kasus pengeroyokan. Marzuki mengaku tidak tahu menahu siapa dan atas dasar apa dia bisa menjadi bulan-bulanan para tersangka yang kini sudah diproses hukum. Keduanya berharap kepolisian segera menuntaskan kasus ini dengan menangkap segera pelaku pengeroyokan dan segera divonis hukum sesuai undang-undang. “Semoga hukum masih ada untuk kami” tegasnya lagi. Pengeroyokan ini pun sontak menjadi pembicaraan dan sampai ke Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan.

Aiptu W Baringbing selaku Kassubag Humas menyampaikan pesan dari Kapolres Taput, bahwa benar kalau ada laporan mengenai pengeroyokan Desa Lobu Singkam dari Kakak ipar korban bernama Tungkol Ni Situmeang. Kasus pengeroyokan ini juga akhirnya membuat pemimpin Kabupaten Tapanuli Utara, Nikson Nababan bereaksi. Setelah mendapatkan informasi bahwa ada kasus penganiayaan lantas bupati daerah tersebut langsung mengunjungi korban penganiayaan tersebut. Dengan tegas beliau meminta untuk kepolisian mengusut tindakan pengeroyokan ini dengan tepat.

“Biarlah proses hukum yang berjalan. Di Taput tidak boleh ada tindakan pengeroyokan” tegasnya. Tindakan pengeroyokan Marzuki dan adiknya ini sangat disesalkan oleh Bupati Tapanuli Utara ini. Sebagai seorang pemimpin, tentu membuat Nikson Nababan yang masih setahun memerintah pada waktu itu merasa menyesal karena tidak mampu menjaga kekondusifan daerahnya, beliau juga mengecam tindakan penganiayaan dan pengeroyokan tersebut. Beliau mempercayai hukum di Tapanuli Utara masih ada dan adil, sehingga beliau menyerahkan semua urusan pengeroyokan Marzuki dan Abdin ke pihak yang berkewajiban. Beliau juga berharap untuk kedepannya tidak akan ada lagi kejadian pengeroyokan seperti ini di tanah Tapanuli Utara.

Tags: