Usul Bupati Nikson Nababan, Nama Bandara Silangit Bisa Diganti Munson Lyman

Secara mengejutkan, pada bulan Februari 2018 lalu Nikson Nababan menuturkan niatnya untuk mengubah nama Bandara Selangit Tapanuli Utara menjadi Bandara Munson-Lyman. Hal ini kemudian menimbulkan beberapa reaksi di kalangan masyarakat Indonesia. Apa yang melandasi Bupati ingin mengubah nama bandara yang sudah disahkan oleh Presiden. Pro-kontra serta beberapa isu konspirasi pun timbul yang membuat masyarakat semakin kebingungan dibuatnya. “Saya usulkan menggunakan nama Munson-Lyman. Mereka pelaku sejarah di tanah batak” ujar Bupati Nikson.

Munson-Lyman adalah dua misionaris dari Amerika Serikat yang datang ke tanah Batak pada tahun 1834. Mereka datang atas mandat dari The American Board Of Commissioners For Foreign Mission di Boston untuk menyebarkan agama kristen di Pulau Sumatera. Hal inilah yang kemudian membuat Nikson Nababan memberikan usulan nama baru Bandara Selangit agar generasi muda bisa mengingat sejarah daerahnya. Pernyataan tersebut justru menimbulkan banyak pro dan kontra di kalangan masyarakat Tapanuli Utara dengan berbagai argumen.

Nikson Nababan mengerti bahwa pernyataannya tersebut pada akhirnya menjadi pro-kontra di kalangan masyarakatnya. Bupati Nikson menegaskan bahwa dia masih mengusulkan namanya, soal keputusan serta pengesahannya beliau kembalikan ke pihak yang bersangkutan. Pada kesempatan yang sama, PT Angkasa Pura II menuturkan bahwa pihaknya bukanlah yang menjadi penentu serta pengesah resmi pergantian nama tersebut. Yang memiliki wewenang serta kekuasaan untuk mengubah namanya adalah Kementerian Perhubungan, dan tentunya setelah menerima usulan dari beberapa pihak lain yang terlibat.

Dari Bandara Bandara Selangi Menjadi Bandara Sisingamaharaja XII

Bandara Internasional Selangit merupakan bandara yang tengah dibangun, serta direncanakan sebelumnya oleh pemerintah. Yaitu pada periode SBY proyek ini sudah berjalan dan sudah direalisasikan, kemudian dilanjutkan peresmiannya pada pemerintahan Joko widodo. Bandara Selangit diprediksi akan diselesaikan pada bulan September 2018. Dengan pamor bandara yang bakal menjadi kebanggaan Tapanuli Utara, tentu masing-masing masyarakat menginginkan yang terbaik untuk nama yang akan disandang nantinya. Hal inilah yang menyebabkan banyak masyarakat yang bereaksi setelah Nikson Nababan mengemukakan keinginannya untuk mengganti nama Bandara Selangit.

Menanggapi hal tersebut, akhirnya Kementerian Perhubungan mengeluarkan surat keputusan untuk mengganti nama Bandara Selangit menjadi Sisingamaharaja XII pada tanggal 3 September 2018. Perubahan nama ini sesuai dengan Keputusan Kementerian Perhubungan (Menhub) No.KP 1404 Tahun 2018 tentang perubahan nama Bandara Udara Internasional Selangit menjadi Bandara Udara Sisingamaharaja XII. Dengan adanya perubahan nama, Presiden Joko Widodo kembali ke tanah Tapanuli Utara untuk meresmikan kembali bandara tersebut.

Bandara Selangit atau Sisingamaharaja XII sebenarnya adalah bakal ikon kebanggaan Tapanuli Utara. Bandara ini terletak tak jauh dari Danau Toba, tujuannya adalah sebagai gerbang bagi wisatawan untuk mengunjunginya. Program ini juga menjadi perwujudan salah satu misi Nikson Nababan sebagai bupati untuk meningkatkan sektor pariwisata di Tapanuli Utara agar lebih naik level. Dengan akses jalan yang baik, diharapkan para wisatawan bisa lebih mudah dan lebih betah berlama-lama di Tapanuli.

Pengembangan infrastruktur serta pariwisata yang dilakukan Bupati Nikson Nababan juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat agar lebih sejahtera. Pariwisata yang maju tentu memberikan kesempatan masyarakat disekitarnya untuk menjual berbagai produk kerajinan. Salah satunya adalah kain kebanggaan Batak, kain ulos. Kini ulos makin modern karena usaha Bupati yang bekerjasama dengan beberapa desainer tanah air, terbukti ketika kain ulos berada di ajang Jakarta Fashion Week dan Asian Fashion Week. Hal ini membuktikan bahwa Tapanuli Utara tengah berkembang dan siap mencapai level yang sama dengan beberapa kota lainnya di Jawa.

Tags: