Sejak Jadi Bupati Taput, Inilah Daftar Kekayaan Bupati Nikson Nababan

Bupati terpilih Tapanuli Utara atau Taput untuk periode 2014 – 2019 adalah Nikson Nababan yang diperkirakan akan kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Taput untuk periode kedua pada Pilkada Tapanuli Utara 2018. Tak sedikit yang ingin mengetahui profil pemimpin pada sebuah daerah, begitu juga dengan daftar kekayaan yang dimilikinya. Hal tersebut juga terjadi pada Bupati Taput, Nikson Nababan yang merupakan seorang putra dari orang tua yang berprofesi sebagai guru dan memiliki pekerjaan sampingan sebagai petani untuk bisa mencukupi semua kebutuhan hidup saat Nikson masih kecil.

Tercatat Nikson Nababan melaporkan harta kekayaan yang ia miliki dua kali, yaitu pada 10 Juli 2013 dan 22 Juli 2016. Informasi tersebut didapatkan dari penelusuran yang dilakukan oleh Lassernewstoday.com pada situs LHKPN milik KPK. Pada LHKPN 2013 terlihat info mengenai kekayaan yang dimiliki oleh Nikson yang tercatat sebesar Rp.1.761.914.507. Berbeda dengan laporan pertama, laporan kedua pada tahun 2016 menunjukkan bahwa kekayaan Nikson melonjak menjadi Rp.4.931.126.536.

Lonjakan Kekayaan Nikson Nababan

Lonjakan kekayaan yang dimiliki oleh Nikson tercatat pada harta tidak bergerak yang berupa tanah dan bangunan dengan luas 257 m2 dan 240 m2 yang terletak di kota Jakarta Selatan. Penghasilan tersebut merupakan hasil kerja kerasnya pada perolehan tahun 2011. Setelah itu, pada tahun 2013 nilainya menjadi Rp.767.338.000 dan naik menjadi Rp.1.200.000.000. Selain itu, terdapat tanah dan bangunan dengan luas 268 m2 dan 244 m2 yang lokasinya juga di Jakarta Selatan. Perolehan pada tahun 2010 senilai Rp.1.300.000.000. Dari uraian yang sudah disebutkan, maka kenaikan tanah dan bangunan sebesar Rp.2.500.000.000 dari sebelumnya hanya sebesar Rp.767.338.000.

Pada alat transportasi dan mesin lainnya, harta kekayaan Nikson yang tercatat mengalami nilai penurunan. Hal tersebut bisa diamati bahwa pada tahun 2013 memiliki nilai sebesar Rp.1.256.000.000 menjadi Rp.1.110.000.000. Pada catatan pertama tahun 2013 menunjukkan 2 unit mobil. Kedua mobil tersebut adalah Lexsus RX 270 dengan tahun pembuatannya 2011 senilai Rp.890.000.000 dan Nissan Teana tahun pembuatan 2011 senilai Rp.375.000.000. Namun perlu diketahui jika mobil tersebut sudah dijual. Pada pelaporan tahun kedua, Nikson tercatat memiliki mobil Toyota Alphard dengan tahun pembuatan 2014 yang diperoleh pada tahun 2015 yang berasal dari hasil sendiri dan hibah dengan nilai Rp.765.000.000. Selain itu, terdapat mobil Mazda Biante dengan tahun pembuatan 2014 yang dihasilkan sendiri sebesar Rp.345.000.000. Pada tahun 2010, Nikson Nababan menjalani berbagai hal dengan memiliki usaha kost-kostan dan usaha yang lainnya sehingga diperoleh Rp.303.500.000.

Tidak Memiliki Hutang

Selain itu, Nikson juga memiliki harta bergerak yang berupa logam mulia dan benda bergerak lain pada tahun 2013 senilai Rp.65.000.000. Pemilikan harga bergerak tersebut naik menjadi Rp.842.500.000. Berbeda dengan logam mulia, terdapat Giro dan setara kas lain yang pada tahun 2013 tercatat sebesar Rp.36.636.556. Catatan dari tahun 2013 tersebut mengalami peningkatan pada LHKPN 2016 yang nilainya menjadi Rp.175.126.536.

Jika berbicara tentang hutang, tercatat bahwa Nikson Nababan pada LHKPN 2016 sama sekali tidak memiliki hutang. Namun pada laporan pertama di tahun 2013 tercatat laporan hutang yang sudah lunas sebanyak Rp.372.248.000.

Itulah daftar kekayaan Bupati Nikson Nababan yang tercatat pada LHKPN, baik itu tahun 2013 dan 2016. Dari semua catatan tersebut, diketahui bahwa Nikson tidak memiliki kekayaan pada bidang peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan, dan usaha yang lainnya.

Tags: