Harapan Bupati Nikson Nababan: Tapanuli Utara Bisa Jadi Tuan Rumah KDI

Harapan Bupati Nikson Nababan – Terdapat 35 kepala daerah se-Indonesia hadir untuk menerima penghargaan dan puncak malam penganugerahan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2018. Acara tersebut digelar di Anjungan City of Makassar, Anjungan Pantai Losasi, Makassar. Penghargaan tersebut merupakan apresiasi yang diberikan oleh Koran Sindo. Diberikan atas inovasi yang dilakukan dalam memajukan daerah yang dipimpin oleh setiap kepala daerah. Dari 35 kepala daerah tersebut, Nikson Nababan yang merupakan Bupati Tapanuli Utara menjadi salah satu penerima penghargaan KDI 2018.

Dalam gelaran tersebut, Nikson Nababan berpendapat bahwa Koran Sindo memiliki peran yang penting untuk menjembatani peran yang dilakukan kepala daerah dalam mengemban potensi ekonomi masyarakat. Termasuk juga berbagai persoalan masyarakat. Nikson juga menambahkan bahwa Koran Sindo luar biasa. Berharap bahwa Koran Sindo bisa semakin berkarya dalam hal memberitakan bagaimana setiap daerah dan kepala daerah berjuang agar masyarakatnya semakin baik ke depannya.

KDI Sebagai Wadah Apresiasi Kepala Daerah

Bupati Taput tersebut juga mengaku bahwa adanya kegiatan KDI 2018 akan semakin memicu setiap kepala daerah untuk terus melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan publik. Pemerintah Tapanuli Utara kedepannya akan mengembangkan sektor agrowisata alam dan pendirian universitas negeri. Jika nantinya kedua target tersebut bisa terlaksana, Nikson optimis perekonomian Tapanuli Utara bisa semakin berkembang. Hal tersebut akan berimbas pada kesejahteraan masyarakat yang semakin meningkat. Nikson berharap agar ajang bergengsi semacam KDI 2018 ini bisa terus dilakukan setiap tahun dan dia juga mengaku bahwa Tapanuli Utara kedepannya siap menjadi tuan rumah pelaksanaan KDI.

Nikson Nababan sendiri merupakan seorang anak yang terlahir dari keluarga biasa saja dengan kedua orang tua yang berprofesi sebagai guru. Tak hanya menjadi guru, kedua orang tua Nikson juga menyambi sebagai petani. Kehidupan masa muda atau masa kecil pria kelahiran 1972 ini tidak mudah karena ia juga sempat ikut membantu kedua orang tuanya bertani untuk membantu biaya sekolah abang-abangnya. Namun meskipun hidup serba kesulitan, alumni SD Negeri 5 Siborongborong ini berhasil menuntaskan kuliahnya hingga tamat.

Kehidupan Nikson Nababan Ketika Kuliah

Perjalanan kuliahnya sangat panjang dan penuh perjuangan dalam hal ekonomi. Selepas kelulusannya dari SMA N I Siborongborong, Nikson melanjutkan studinya di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta. Di masa itu, kehidupan Nikson pas-pasan dan untuk menutupi segala kebutuhan kuliah serta kehidupan sehari-harinya, ia memilih untuk mengamen meskipun awalnya ia tidak memiliki hobi menyanyi. Ia juga menyanyi pada malam minggu agar bisa mencukupi semua biaya yang ia butuhkan. Hal tersebut akhirnya bisa membuat Nikson Nababan lulus kuliah pada tahun 1996 dari STPMD.

Tamat kuliah tak membuatnya berhenti menyanyi, terlebih kemampuan bernyanyi yang ia miliki semakin terasah dan terus melekat. Untuk mencukupi biaya hidup, Nikson mengunjungi cafe sebagai tempat untuk mengamen. Namun ia tidak ingin menjadi pengamen seterusnya sehingga uang dari hasilnya mengamen ia jadikan sebagai modal untuk kursus Bahasa Inggris dan les komputer. Tak hanya itu saja, ia juga pernah melakukan pengiriman surat lamaran yang mencapai 20 hingga 30 surat dalam sehari. Nikson Nababan juga pernah menjadi sales yang saat itu hanya dibayar Rp2.000 per hari.

Berbagai kesulitan yang dihadapi Nikson Nababan membuatnya tangguh dan bisa mencapai kehidupan yang baik. Tak hanya untuk dirinya, kehidupan yang baik juga dirasakan oleh masyarakat Tapanuli Utara tempat ia menjabat sebagai Bupati.

Tags: